Langsung ke konten utama

-Semper ad Meliora

Hiduplah lebih lama rah..
Yang ku khawatirkan tak ingin terjadi, dan benar-benar tak ingin
.
.

Akhir-akhir  ini sinta banyak maunya, banyak ke khawatirannya, banyak bawelnya, atau bahkan banyak kangennya
-tetapi rah apa mungkin  dia menyimpan rasa yang amat sepeduli itu? Sinta tak ingin kau menjadi sosok penebak andalan seperti sinta lakukan, ya karena cuman tebakannya sinta yang  jarang tidak benar xixix itu juga kalau kamu percaya rah hahaha ...
.
.
Rah.. Semenjak kepulangan mu kemarin, singgah di jogja untuk menemui  ku, melepas  rindu pada jarak, maaf khawatirku lebih naik tak seperti kala biasanya,
Meski terkadang ia jarang menyampaikannya, dia lebih memilih diam dan memendamnya.
Dan kamu tau itu kan rah, dia sangat amat menjaga perkataannya yang takut membuat hatimu dan hatinya tidak sebalance seperti biasanya... Ahh sinta lu kenpa lebay sekali, sok cool banget sih jadi orang hiks
.
.
"Rah niat baikmu, membuatku tenang kala malam di kereta kencana, lalu duduk di kursi malio itu. Rah sehari untuk bercerita rasanya gak cukup ya, ada yang masih tertinggal katanya- rah.. Katanya kamu cemburu ya, maaf ya.. Maaf banget aku tidak bermaksud untuk membuat mood mu tidak baik, perasaan khawatirmu disana, tetapi percayalah semenjak kala itu sinta diam-diam menjadi diri yang amat teramat menjaga. Sesuai dengan niat baikmu, sinta berikan kepercayaan lebih untuk hari itu dan seterusnya-
.
.
Btw, kemarin kamu nangis ya rah, aaahh love language banget sihh hihihi, ku kira kamu bakalan jauh lebih sok cool dari ku rah.. Yang diam-diam selalu kelihatan tenang, tetapi pada kenyataannya ia sering rapuh.
Tidak mengapa rah, sering-seringlah bercerita denganku  apapun itu akan aku dengar, jika hati mu sedih katakanlah, sinta jauh lebihh senang untuk tempat kamu bercerita tentang apapun itu. Mungkin tentang tiketmu yang banyak sekali akhir-akhir ini-
.
.
Rah.. Terimakasih untuk waktu luangmu-
Pagi ini aku kembali menulis tentang surat-suratan ala-ala katamu, sebelum aku berangkat kerja pagi ini, aduhh... Paginya sinta terasa nano-nano rasanya- please vi.. Tenanglah seperti biasanya" 
. banyak sebenarnya aku ingin bercerita rah, aku tak ingin membuatmu khawatir, lagi-lagi aku tak ingin pekerjaanmu terkendala hanya memikirkan perasaanku rah- rah sebesar apa kecemburuan mu kemarin? Sehingga aku bisa sampai dititik malam tadi untuk menyampaikan ungkapan yang kecemburuan ngeganjel di hatiku selama ini.. (Sinta, kenapa hatimu yang peka selalu benar ya?)
Mungkin karena... Ia setulus itu ya mencintai orang-orang. Oh ya malam kemarin sinta nangis. Tidak tahu mengapa karena mungkin ada orang yang kangen dirinya- aduh jangan sok asik dong vi-
.
.
Lagi-lagi rah, ingat pesanku jangan pernah berhenti untuk jadi orang yang lebih baik, tetap jadi sosok rama yang orang mengenalmu. Aku benar-benar tidak ingin kau berubah tidak baik karena ku, kau itu keren rah, ya may be fans mu banyak sekali ya... Aku tidak tahu sepeka apa dirimu, jika aku egois katakanlah rah, maaf sintamu suka diam-diam memperhatikan dan mempertanyakan dari dirinya, maaf ternyata malam kemarin dia tidak bisa membendungnya hehehe anggap saja dia kangen juga sebenarnya, tetapi tidak salah juga kan rah dia punya rasa cemburu itu? 
.
.
Rah.. Mungkin kamu masih ingat, atau kamu sudah lupa ya, sinta suka mengikhlaskan tentang apa yang orang perbuat dengannya, ia selalu mendahukukan kepentingan orang lain dari pada dirinya, mungkin sama halnya dia juga suka mengikhlaskan perasaannya demi orang  yang apa ya.. Yaaa begitulah. Sebab ia tidak mau menyakiti diantaranya, maka sinta sering sedih lalu ia tenang, dan kembali bahagia- sesuai misinya rah dia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat saja hehehe...

Rah... Kapan lagi kamu berikan sinta kepercayaan itu? Aku merindukannya
.
.
Rah surat kali ini kenapa aku jadi curhat ya? Terkesan marah mungkin, atau terkesan lebay ya? sebenarnya aku tak ingin membuat suratan sedih ini rah, karena aku tahu kau pasti kahwatir ya? Atau tidak..
Kebiasaan yang kulakukan hanya do'a-doa yang ku langit-langitkan... Rah.. Hati sinta tidak seperti biasanya pagi ini- detak perasaannya melemah- jangan khawatir rah pertanyaan di kepalanya sedang berputar sepertinya-
.
.
Yang benar saja sinta, dirimu takut kehilangan rama ya? Sampai segitunya-
.
.
Entahlah rah, yang ku tahu kamu takut kehilangan sintamu, dan sinta takut kehilanganmu. Do'aku rah menyertai kemudahan langkahmu ya selalu dan selalu.. Rah bagaimana membuat sintamu mengembalikan kepercayaan itu? Sering-sering lah pertanyakan pada sinta, dia juga ingin di tanya, dia juga ingin di nasehati, dia juga ingin.... Ya dia merasa dirimu perhatian, dengan apa yang dia inginkan- 
.
.
Perjalanan kita masih jauh ya rah, maka yang bisa aku lakukan mungkin kepercayaan, doa, dan kabar yang baik-
.
.
Rah.. Maaf soal art kemarin, tentang bunga, tentang tulisan-tulisan suratmu untuk dia.. Bukan mengapa rah- sinta mungkin takut saja dirimu masih menyimpan luka lamanya lalu mengingatnya kembali dan meninggalkan sinta-
Sinta hanya takut, orang yang lama masih berfikir dirimu tidak bisa melupakannya, padahal dirimu sudah milik sinta bukan? Hahaha tetapi mungkin ini perasaan seorang putri kecil saja, dia kembali menjadi anak kecil dan punya imaji manja yang mungkin cemburunya lebih besar. Padahal itu cuman lukisan, rangkaian bunga, atau tulisan yang abadi di blogmu rah. It's okay sinta akan berusaha tetap tenang seperti biasanya, malam kemarin dia hanya mengeluarkan perasaannya saja, lagian rah.. Aku tidak sebanding dengan mereka, benarkan kan kata ku, aku jauh lebih rendah dari orang disekitarmu-

Rah.. Jika boleh jujur, sinta takut kamu akan meninggalkannya, (aduh tiba-tiba notif mu masuk pagi ini). Mungkin apa itu pertanda kalau kamu tak ingin sinta mengucap kata tidak baiknya, dan tak ingin.. 
.
.
Yasudah dulu ya kaka raja... Sepertinya pukul 7 lewat ini pertanda sinta akan bergegas kembali melanjutkan tugas negaranya hihi.. Oh ya ra selamat bekerja untuk pagi ini- ingat jaga kesehatanmu, waktu yang baik-

Oh ya nanti akan aku tuliskan kisah indah di jogja kemarin ya rah, kamu pasti senang membacanya, atau mungkin biasa ajah. Ya ga mengapa, tunggu saja redah hati melownya sinta, entah kapan kali ini- 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teman Healing

Dari segala hal baik dan menjadi takdir baik , tidak lain dan tidak bukan ini karena Dia yang maha segala cahaya yang tak terlihat .. SkenarioNya indah, dari banyaknya bait takdir yang ia titipkan kepada hambanya atas sebuah pertemuan... "Di dalam keheningan hati yang paling dalam, di mana bayang-bayang kenangan berdansa dengan sunyi, ada bisikan lembut yang tak pernah berhenti membisikkan namamu, seperti helaan napas yang menjadi doa tanpa suara." Awal Pertemuan.. Pengagum rahasia, ternyata terpecahkan saat satu kesatuan yang ganjil bertemu di genap yang sama- entah kesamaan apa yang membuat aku ingin mendalam mengetahui hal-hal indah apa yang menyerupai.. Sepertinya aku akan menceritakannya sebelum pertemuan itu pula~ Singkat cerita, gadis kecil yang bermakna "putih" bercahaya... ternyata engkau sebut dalam cahaya tulisanmu kala itu hahaha.. Di luar ekspetasiku atau bahkan hanya sekadar berkhayal atau bisa saja dalam do'a dan pikiran ku saja, ada seseorang y...

Tersesat Dalam Hutan

"Tersesat Dalam Hutan" Oleh : Viona Febiyola Bakkara Terdengar jatuhnya ranting yang tak sempat ku kokohkan dengan akar Kerasnya suara katak,  Seolah merayu hujan yang tak ingin aku pergi untuk berteduh... Dedaunku mulai gugur,  Kerasnya badai yang tak bisa lagi aku bersembunyi di balik selimut Akarku tetap kuat,  Berharap pada pemilik hutanku, untuk mengusaikan panggilan-Nya... Rintik badainya telah usai Kuhidupkan api, Ku setir dengan lembutnya suara sepertiga malam,  Kualuni syahdunya suara suci berkumandang, Penuh harap tersampaikan di atas langit pada tuhan... Rantingku mulai tersusun dengan akarnya yang penuh harap pada tumpuh, Dedaunnya yang kecil satu persatu mulai keluar Ku baca kembali buku-buku dan kunikmati seseduh kopi Ceritanya di balik buku-buku,  Takkan ku biarkan tersesat kembali dalam hutanku Hutanku mulai kembali... Penuh harap pada ambisi Yogyakarta, 21 Feb '25

~Eunia

Akhir-akhir ini Jogja sering dikunjungi hujan, kau tahu Rah, sosok Sinta sangat menyukai hujan entah itu rintiknya, entah itu nadanya, atau bahkan entah karena ia sudah membasuhi setiap sudut jalan yang ia temukan. Meskipun begitu aku juga suka panas Rah, lihat saja yang dirimu ajak Sinta melihat rusa dan bunga matahari yang layu itu  saja ia mampu berjalan meakipun helm yang ia punya tak ia lepas awalnya hahaha..  Huuam... Sepertinya ini surat terpanjang ku yang lebih panjang dari sebelum-sebelumnya. jikalaupun ada... mungkin paling banyak dalam buku diary masa-masa  kecilnya- tulisan yang penuh warna warni, kata-kata teka-teki yang penuh tragedi, di bawah bintang dengan alunan nada-nada yang ia putarkan. Walaupun sebenarnya ia tak tau banyak tentang musik, ia pasang dan ia dengarkan sambil merangkai kata sesuai dengan moodnya. Ternyata aku kembali mengingat tentang masa lalu Ra... Teringat masa-masa waktu malamku,  kuhabiskan dengan menulis sajak tentan...