Langsung ke konten utama

Tersesat Dalam Hutan

"Tersesat Dalam Hutan"
Oleh : Viona Febiyola Bakkara

Terdengar jatuhnya ranting yang tak sempat ku kokohkan dengan akar
Kerasnya suara katak, 
Seolah merayu hujan yang tak ingin aku pergi untuk berteduh...

Dedaunku mulai gugur, 
Kerasnya badai yang tak bisa lagi aku bersembunyi di balik selimut
Akarku tetap kuat, 
Berharap pada pemilik hutanku, untuk mengusaikan panggilan-Nya...

Rintik badainya telah usai
Kuhidupkan api,
Ku setir dengan lembutnya suara sepertiga malam, 
Kualuni syahdunya suara suci berkumandang,
Penuh harap tersampaikan di atas langit pada tuhan...

Rantingku mulai tersusun dengan akarnya yang penuh harap pada tumpuh,
Dedaunnya yang kecil satu persatu mulai keluar
Ku baca kembali buku-buku dan kunikmati seseduh kopi
Ceritanya di balik buku-buku, 
Takkan ku biarkan tersesat kembali dalam hutanku

Hutanku mulai kembali...
Penuh harap pada ambisi

Yogyakarta, 21 Feb '25



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teman Healing

Dari segala hal baik dan menjadi takdir baik , tidak lain dan tidak bukan ini karena Dia yang maha segala cahaya yang tak terlihat .. SkenarioNya indah, dari banyaknya bait takdir yang ia titipkan kepada hambanya atas sebuah pertemuan... "Di dalam keheningan hati yang paling dalam, di mana bayang-bayang kenangan berdansa dengan sunyi, ada bisikan lembut yang tak pernah berhenti membisikkan namamu, seperti helaan napas yang menjadi doa tanpa suara." Awal Pertemuan.. Pengagum rahasia, ternyata terpecahkan saat satu kesatuan yang ganjil bertemu di genap yang sama- entah kesamaan apa yang membuat aku ingin mendalam mengetahui hal-hal indah apa yang menyerupai.. Sepertinya aku akan menceritakannya sebelum pertemuan itu pula~ Singkat cerita, gadis kecil yang bermakna "putih" bercahaya... ternyata engkau sebut dalam cahaya tulisanmu kala itu hahaha.. Di luar ekspetasiku atau bahkan hanya sekadar berkhayal atau bisa saja dalam do'a dan pikiran ku saja, ada seseorang y...

~Eunia

Akhir-akhir ini Jogja sering dikunjungi hujan, kau tahu Rah, sosok Sinta sangat menyukai hujan entah itu rintiknya, entah itu nadanya, atau bahkan entah karena ia sudah membasuhi setiap sudut jalan yang ia temukan. Meskipun begitu aku juga suka panas Rah, lihat saja yang dirimu ajak Sinta melihat rusa dan bunga matahari yang layu itu  saja ia mampu berjalan meakipun helm yang ia punya tak ia lepas awalnya hahaha..  Huuam... Sepertinya ini surat terpanjang ku yang lebih panjang dari sebelum-sebelumnya. jikalaupun ada... mungkin paling banyak dalam buku diary masa-masa  kecilnya- tulisan yang penuh warna warni, kata-kata teka-teki yang penuh tragedi, di bawah bintang dengan alunan nada-nada yang ia putarkan. Walaupun sebenarnya ia tak tau banyak tentang musik, ia pasang dan ia dengarkan sambil merangkai kata sesuai dengan moodnya. Ternyata aku kembali mengingat tentang masa lalu Ra... Teringat masa-masa waktu malamku,  kuhabiskan dengan menulis sajak tentan...