Langsung ke konten utama

Semua Akan Tergantikan Pada Masanya

Hai blogger list!
Pagi ini entah mengapa semua terasa haru,
Dibilang bahagia juga iya, dibilang sedih juga iyah, terasa nano-nano perasaan hari ini

Semua akan ada masanya dimana posisi aku yang dulu sebagai putri yang cantik, berhati baik, dan memiliki kehangatan cinta pada setiap orang yang aku miliki

Tetapi masa itu silih berganti, 
Dari perpindahan merantau seusai lulus dari masa S1 di kota pusaka yang menyimpan begitu banyak cinta yang aku berikan,
Sekiranya sudah habis di kota penuh warna itu

Kembali ke kota di tempat aku dilahirkan dan kepulanganku memberikan warna baru di keluarga itu
Tetapi, tidak bisa dipungkiri juga bahwa hadirku juga membawa makna kekuatan bagi keluarga itu
Punya keponakan-keponakan yang lucu sekiranya membawakan aku damai dengan masa yang akan datang

Setidak berapa lama waktu berlalu, aku kembali beranjak pergi ke kota yang sangat jauh
Kali ini perantauanku membutuhkan jarak yang langkahnya penuh keikhlasan 
Mencintai tetapi harus memberikan ruang ikhlas

Yogya, mungkin tidak terdengar asing di kota ini
Kota yang jauh beragam orang baru yang akan aku temui di kota istimewa ini
Ternyata seistimewanya jogja itu beragam warnanya
Masih mengingat dimana aku masih menyimpan ruang 
Laut, pantai, dan sejarah yang aku temui di kota pusaka
Bahkan keindahan kasih sayang dari orang-orang yang ku temui di kala itu

Aku pikir, aku belum membuka ruang baru untuk kepergian ku 
Atau bahkan aku takut kembali meninggalkan ruang yang aku sendiri menginginkannya
Terimakasih, terimakasih untuk orang-orang yang aku temui kala itu

Aku yang sekarang agresif, ternyata itu menjadikan bentuk diriku untuk tidak percaya begitu mudah pada orang-orang baru, entah kapan usainya?

Setelah notif malam itu, aku kira bakal ada satu yang abadi
Ternyata posisi itu digantikan
Ibu yang sudah menemui teman ceritanya, aku yang pemikir untuk mengikhlaskannya

Ruang-ruang dimana sudut kota yang memiliki makna cerita yang sudah aku lukis ceritanya,
Semua tergantikan.

Aku sadar, bentuk kepergian ku adalah bentuk aku harus memberikan bentuk manfaat dengan yang baru.
Walau sulit dan berhati-hati kembali untuk mempercayai orang-orang baru. 
Tetapi ruang ikhlas itu benar sulit tetapi aku harus merakitnya kembali dengan lukisan yang akan aku warnai kembali di kota istimewa ini

Selamat tinggal Sumut, Aceh, dengan aku yang hadir untuk jogja yang istimewa..!

Yogyakarta, 14 Nov 24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hupomone~

        Di setiap anak tangga yang dinaiki tahun silam, batin terasa berotasi yang tak pernah bisa diam. Antara rumah yang memanggil dengan sayang, atau pekerjaan impian yang sudah lama dirindukan. Di persimpangan itu, kuambil jalan, yang mungkin tak semua insan mendambakan. Akan tetapi, ia setia mengisi waktu yang kelam, menyulap hampa jadi warna yang bermakna .          Hari demi hari berlalu, semua telah usai. Mungkin keluhan lelah yang sempat di lantunkan ternyata sangat tidak pantas untuk diri yang masih banyak kekurangan. Bukannya tumbuh malah runtuh, tetapi, hamba sahaya yang bertumpu pada rasa kesabaran, akan nikmat syukur yang tak akan pernah hilang diraih dengan rasa bangga ia akan bangkit lalu merunduk . ___________________~           Episode perjalanan ini terasa lelah, haru, sedih, senang, dan tak lupa pula rasa nikmat syukur atas kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada hambanya yang tenang...

Tersesat Dalam Hutan

"Tersesat Dalam Hutan" Oleh : Viona Febiyola Bakkara Terdengar jatuhnya ranting yang tak sempat ku kokohkan dengan akar Kerasnya suara katak,  Seolah merayu hujan yang tak ingin aku pergi untuk berteduh... Dedaunku mulai gugur,  Kerasnya badai yang tak bisa lagi aku bersembunyi di balik selimut Akarku tetap kuat,  Berharap pada pemilik hutanku, untuk mengusaikan panggilan-Nya... Rintik badainya telah usai Kuhidupkan api, Ku setir dengan lembutnya suara sepertiga malam,  Kualuni syahdunya suara suci berkumandang, Penuh harap tersampaikan di atas langit pada tuhan... Rantingku mulai tersusun dengan akarnya yang penuh harap pada tumpuh, Dedaunnya yang kecil satu persatu mulai keluar Ku baca kembali buku-buku dan kunikmati seseduh kopi Ceritanya di balik buku-buku,  Takkan ku biarkan tersesat kembali dalam hutanku Hutanku mulai kembali... Penuh harap pada ambisi Yogyakarta, 21 Feb '25

Obat

Setelah bertahun-tahun berusaha untuk selalu memberikan tangan, ternyata aku tak sekuat itu. Mengobati diri dari lelahnya pencapaian ternyata tidak semudah itu.. Nafas berhembus lebih cepat, mata terlihat lebih buram, jantung berdetak lebih pelan. Pundak-pundak itupun tak mau kalah, ternyata...