Langsung ke konten utama

Hupomone~

       Di setiap anak tangga yang dinaiki tahun silam, batin terasa berotasi yang tak pernah bisa diam. Antara rumah yang memanggil dengan sayang, atau pekerjaan impian yang sudah lama dirindukan. Di persimpangan itu, kuambil jalan, yang mungkin tak semua insan mendambakan. Akan tetapi, ia setia mengisi waktu yang kelam, menyulap hampa jadi warna yang bermakna

       Hari demi hari berlalu, semua telah usai. Mungkin keluhan lelah yang sempat di lantunkan ternyata sangat tidak pantas untuk diri yang masih banyak kekurangan. Bukannya tumbuh malah runtuh, tetapi, hamba sahaya yang bertumpu pada rasa kesabaran, akan nikmat syukur yang tak akan pernah hilang diraih dengan rasa bangga ia akan bangkit lalu merunduk.

___________________~

        Episode perjalanan ini terasa lelah, haru, sedih, senang, dan tak lupa pula rasa nikmat syukur atas kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada hambanya yang tenang. Tetapi, kata-kata yang ia susun dengan magis, romantis kepada Tuhan-Nya percayalah, ia juga turut serta dalam tangis, dan meminta pinta merayu untuk setia menemani dalam setiap proses diarynya. Entah itu langkahnya yang goyah, atau hatinya yang gundah, percayalah ia akan selalu memberi tongkat pada setiap kaki-kaki yang lumpuh pada harapan yang membutuhkan tongkat-tongkatnya diluar sana. Percayalah qolbunya yang terpisah, ia akan anyam kembali dengan penenang dikala lingkar senyuman dibibirnya menjadi penenang bagi setiap banyak orang

        Dini hari.. suaranya nyaris tak terdengar, seakan larut bersama hening. Matanya yang sendu, namun ia tetap berusaha tanpa ragu. Jiwanya yang runtuh, ia tetap berusaha menebar kebahagiaan di kota yang ia tempuh. Do'anya lirih bersembunyi di dalam lafaz ayat-ayat suci, hingga tak satupun benar-benar tahu apa yang sedang ia cecap. Semoga Allah ta'ala senantiasa memelukmu erat, menguatkan setiap langkahmu, dan membukakan jalan terbaik dengan semua mimpi dirimu dan orang-orang disekitarmu. 


Teruntukmu, gadis bintang kecil berkacamata minimalis, kamu hendak sampai ke dermaga yang kamu tuju~

LA TAHZAN..

Yogyakarta, 25 April 2026

-Vio

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersesat Dalam Hutan

"Tersesat Dalam Hutan" Oleh : Viona Febiyola Bakkara Terdengar jatuhnya ranting yang tak sempat ku kokohkan dengan akar Kerasnya suara katak,  Seolah merayu hujan yang tak ingin aku pergi untuk berteduh... Dedaunku mulai gugur,  Kerasnya badai yang tak bisa lagi aku bersembunyi di balik selimut Akarku tetap kuat,  Berharap pada pemilik hutanku, untuk mengusaikan panggilan-Nya... Rintik badainya telah usai Kuhidupkan api, Ku setir dengan lembutnya suara sepertiga malam,  Kualuni syahdunya suara suci berkumandang, Penuh harap tersampaikan di atas langit pada tuhan... Rantingku mulai tersusun dengan akarnya yang penuh harap pada tumpuh, Dedaunnya yang kecil satu persatu mulai keluar Ku baca kembali buku-buku dan kunikmati seseduh kopi Ceritanya di balik buku-buku,  Takkan ku biarkan tersesat kembali dalam hutanku Hutanku mulai kembali... Penuh harap pada ambisi Yogyakarta, 21 Feb '25

Obat

Setelah bertahun-tahun berusaha untuk selalu memberikan tangan, ternyata aku tak sekuat itu. Mengobati diri dari lelahnya pencapaian ternyata tidak semudah itu.. Nafas berhembus lebih cepat, mata terlihat lebih buram, jantung berdetak lebih pelan. Pundak-pundak itupun tak mau kalah, ternyata...